Langsung ke konten utama

Lahan Kritis

Lahan kritis adalah lahan yang keadaan fisiknya sedemikian rupa sehingga lahan tersebut tidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukannya baik sebagai media produksi maupun sebagai media tata air. 

Gambar 1  Lahan kritis
(sumber: http://perpustakaandankliping.blogspot.com)
Lahan-lahan tersebut adalah:
1.   tanah gundul yang sudah tidak bervegetasi sama sekali
2.   ladang alang-alang atau tanah yang ditumbuhi semak belukar yang tidak produktif
3.   areal yang berbatu-batu, berjurang atau berparit sebagai akibat dari erosi tanah
4.   tanah yang keadaan solumnya sudah tipis sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik
5.   tanah yang tingkat erosinya melebihi erosi yang diperkenankan, yaitu untuk tanah dengan kedalaman solum lebih dari 100 cm sebesar 14 ton/ha/thn, untuk tanah dengan kedalaman solum 30-100 cm sebesar 10 ton/ha/thn, dan untuk tanah dengan kedalaman solum 30 cm sebesar 5 ton/ha/thn.

Berdasarkan hasil identifikasi Balai Pengelolaan DAS seluruh Indonesia (2006), luas lahan kritis adalah sebesar 77.806.880,78 ha sedangkan yang prioritas untuk ditangani adalah lahan dalam kategori sangat kritis dan sangat kritis seluas 30.196.799,92 ha.

Tabel 1  Tabel lahan kritis pada tiap hutan atau lahan
Source: BPDAS (2006)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam-macam Bentuk Daun

Contoh bentuk-bentuk daun Masing-masing dedaunan yang tumbuh di berbagai tumbuhan di dunia ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ditunjukkan dari berbagai hal, yaitu bentuk daun keseluruhan, bentuk ujung dan pangkal daun, permukaan daun, dan tata daunnya (Tabel 1). Tabel 1  Berbagai istilah dalam menjelaskan bentuk-bentuk daun  No Istilah Penjelasan Istilah Bentuk Daun 1 Deltate Bentuk delta, menyerupai bentuk segitiga sama sisi 2 Elliptical Ellips, bagian terlebar di bagian tengah daun 3 Elliptical Oblong Berbentuk antara ellips sampai memanjang 4 Lanceolate Bentuk lanset, panjang 3-5 x lebar, bagian terlebar sekitar 1/3 dari pangkal dan menyempit di bagian ujung daun 5 Oblong Memanjang, panjang daun sekitar 2 ½ x lebar 6 Oblong lanceolate Berbentuk antara memanjang sampai lanset 7 Ob...

KELAPA SAWIT: Karakteristik dan Pemanfaatannya

  Karakteristik Kelapa Sawit Kelapa sawit (Gambar 1) memiliki akar serabut yang berfungsi sebagai penyerap unsur hara dan respirasi tanaman serta sebagai penyangga berdirinya tanaman. Kelapa sawit dewasa 8000-10000 akar primer 15-20 meter dari dasar batang dengan diameter 4-10 mm. Sebagian besar tumbuh medatar sekitar 20-60 cm di bawah permukaan tanah. Batang kelapa sawit tidak memiliki kambium tajuk dan tidak bercabang. Batang kelapa sawit berfungsi sebagai penyangga tajuk dan sebagai jalan pengangkutan air dan hara (zat makan). Pertumbuhan kelapa sawit tidak terbatas, tapi menurut pertimbangan ekonomisnya hanya sampai umur 25 tahun dengan ketinggian 10-11 m (Lubis et al. 1989). Taksonomi dari kelapa sawit secara jelas dapat dilihat pada Tabel 1. Gambar 1  Kelapa sawit

Cara Cepat dan Mudah Belajar Menggunakan GPS

GPS ( Global Positioning System ) sudah menjadi alat yang wajib dibawa bagi para surveyor dalam melakukan pengamatan vegetasi, satwaliar, fisik lingkungan, dan sebagainya. Dengan menggunakan GPS, kita dapat menentukan lokasi geografis dari suatu titik pengamatan maupun track perjalanan survey. Fungsi altimeter sebagai alat pengukur ketinggian suatu lokasi dan kompas untuk menentukan arah azimuth sudah dapat diwakili dengan menggunakan GPS.   "Cara menggunakan GPS itu susah / ribet gak sih?" Silahkan cek Cara Cepat dan Mudah Belajar Menggunakan GPS berikut ini >>