Langsung ke konten utama

Species Composition and Mangrove Forest Structure in Pulau Sebuku, South Kalimantan


Pulau Sebuku mangrove forest, South Kalimantan, is part of Pulau Sebuku Nature Reserve that needs to be protected as close as naturally. This study is aimed to explore the species composition and structure of mangrove forest in Pulau Sebuku. The results showed that Pulau Sebuku mangrove forest has low species diversity and high evenness. Total species of mangrove tree, forest regeneration, and other habitus consists of 10 species (Bruguiera gymnorrhiza, B. parviflora, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Heritiera littoralis, Xylocarpus granatum, Nypa fruticans, and Acrostichum aureum). R. mucronata (bakau) is the dominant species in almost all locations of observation. Horizontal structure of Pulau Sebuku mangrove forests tend to L-form, which evolved towards a balanced uneven-age forest. Based on the floristic composition, structure and general appearance of the forest, mangrove forest communities in Pulau Sebuku grouped into 3 types, among others: shrub communities (bakau-perepat), young mangrove communities (bakau and bakau-lenggadai), and nypa community. 

Key words : Forest structure, mangrove forest, Pulau Sebuku, species composition

-----
Artikel selengkapnya dapat dilihat/diunduh disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam-macam Bentuk Daun

Contoh bentuk-bentuk daun Masing-masing dedaunan yang tumbuh di berbagai tumbuhan di dunia ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ditunjukkan dari berbagai hal, yaitu bentuk daun keseluruhan, bentuk ujung dan pangkal daun, permukaan daun, dan tata daunnya (Tabel 1). Tabel 1  Berbagai istilah dalam menjelaskan bentuk-bentuk daun  No Istilah Penjelasan Istilah Bentuk Daun 1 Deltate Bentuk delta, menyerupai bentuk segitiga sama sisi 2 Elliptical Ellips, bagian terlebar di bagian tengah daun 3 Elliptical Oblong Berbentuk antara ellips sampai memanjang 4 Lanceolate Bentuk lanset, panjang 3-5 x lebar, bagian terlebar sekitar 1/3 dari pangkal dan menyempit di bagian ujung daun 5 Oblong Memanjang, panjang daun sekitar 2 ½ x lebar 6 Oblong lanceolate Berbentuk antara memanjang sampai lanset 7 Ob...

KELAPA SAWIT: Karakteristik dan Pemanfaatannya

  Karakteristik Kelapa Sawit Kelapa sawit (Gambar 1) memiliki akar serabut yang berfungsi sebagai penyerap unsur hara dan respirasi tanaman serta sebagai penyangga berdirinya tanaman. Kelapa sawit dewasa 8000-10000 akar primer 15-20 meter dari dasar batang dengan diameter 4-10 mm. Sebagian besar tumbuh medatar sekitar 20-60 cm di bawah permukaan tanah. Batang kelapa sawit tidak memiliki kambium tajuk dan tidak bercabang. Batang kelapa sawit berfungsi sebagai penyangga tajuk dan sebagai jalan pengangkutan air dan hara (zat makan). Pertumbuhan kelapa sawit tidak terbatas, tapi menurut pertimbangan ekonomisnya hanya sampai umur 25 tahun dengan ketinggian 10-11 m (Lubis et al. 1989). Taksonomi dari kelapa sawit secara jelas dapat dilihat pada Tabel 1. Gambar 1  Kelapa sawit

Cara Cepat dan Mudah Belajar Menggunakan GPS

GPS ( Global Positioning System ) sudah menjadi alat yang wajib dibawa bagi para surveyor dalam melakukan pengamatan vegetasi, satwaliar, fisik lingkungan, dan sebagainya. Dengan menggunakan GPS, kita dapat menentukan lokasi geografis dari suatu titik pengamatan maupun track perjalanan survey. Fungsi altimeter sebagai alat pengukur ketinggian suatu lokasi dan kompas untuk menentukan arah azimuth sudah dapat diwakili dengan menggunakan GPS.   "Cara menggunakan GPS itu susah / ribet gak sih?" Silahkan cek Cara Cepat dan Mudah Belajar Menggunakan GPS berikut ini >>